Banyak orang menilai kue lapis dari rasanya saja, padahal tekstur punya peran yang sama pentingnya. Lapis yang terlalu padat akan terasa berat di mulut, sementara yang terlalu lembek kehilangan struktur saat digigit.
Tekstur ideal biasanya didapat dari kombinasi teknik pengukusan yang tepat dan pemilihan bahan yang seimbang. Proses pengukusan bertahap, misalnya, membantu setiap lapisan matang merata tanpa membuat adonan menjadi keras di bagian luar.
Faktor kelembapan juga berpengaruh besar. Kue yang dikukus dan langsung dikonsumsi dalam kondisi segar cenderung memiliki tekstur yang lebih lembut dibanding yang sudah disimpan lama. Inilah mengapa proses produksi yang dilakukan setiap hari, bukan sekali produksi untuk stok berhari-hari, cenderung menghasilkan kualitas yang lebih konsisten.
Jadi, lain kali mencicipi kue lapis, coba perhatikan teksturnya — bukan cuma rasanya saja.